Pengecekan Lokasi TMMD di Desa Tlaga: Jalan Tembus Tlaga-Samudra Kulon Siap Digarap
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali memberi harapan bagi warga Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar. Salah satu sasaran pembangunan tahun ini adalah jalan tembus Tlaga–Samudra Kulon yang menghubungkan Grumbul Karangkemiri menuju Sawangan.
Ruas jalan tersebut akan dibangun dengan volume ± 1.050 meter x 3 meter, dilengkapi talud dan pelengkap lainnya. Pengerjaan direncanakan berlangsung Maret–April, dengan total anggaran sekitar Rp1,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten dan pendampingan dari APBDesa Tlaga.
Camat Gumelar Septian Muhranto, bersama Kepala Desa Tlaga Riswoto, turun langsung mengecek kondisi lapangan, Selasa (20/1/2026). Jalur yang saat ini masih berupa jalan berbatu dan menanjak, membutuhkan penataan agar aman dan layak dilalui warga.
Camat Gumelar Septian Muhranto berharap TMMD ini membawa dampak nyata bagi warga. “Kami ingin akses antarwilayah semakin mudah, ekonomi bergerak, dan pelayanan masyarakat makin lancar. TMMD adalah bentuk kolaborasi yang hasilnya langsung dirasakan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlaga Riswoto menilai pembangunan jalan tembus Tlaga–Samudra Kulon memiliki empat manfaat strategis bagi desa:
1. Membuka akses antara Desa Tlaga dan Samudra Kulon, sehingga mobilitas warga lebih efisien.
2. Mempermudah akses ke lahan pertanian, yang diharapkan dapat menaikkan nilai ekonomi hasil bumi masyarakat.
3. Membuka peluang perluasan pemukiman, mengingat wilayah Desa Tlaga rawan longsor. Lokasi TMMD di Pagerayu dinilai strategis dan lebih ideal untuk hunian karena struktur tanahnya yang lebih stabil.
4. Setelah jalan tembus di Tlaga selesai, pihak desa berharap Samudra Kulon dapat melanjutkan program pembangunan sehingga kawasan tersebut terhubung dan berkembang sebagai wilayah pertanian serta pemukiman yang baik di masa depan.
Dengan hadirnya jalan tembus ini, warga optimistis aktivitas harian hingga distribusi hasil pertanian bisa berjalan lebih cepat dan efisien, sekaligus membuka ruang perencanaan tata wilayah yang lebih aman dan produktif.
" Ideal untuk lokasi pengembangan peternakan kambing,karena dekat dengan lahan RSA yang bisa berkolaborasi di sisi pakan," tutup Riswoto. (wizteguh/ganda)